zmedia

Berawal dari Keresahan Mantan Direktur, Tim Kerja Bupati Gorontalo Utara Rancang Aplikasi ‘Ruang Inovasi Digital’ untuk Transparansi Keuangan BUMDes

Foto : Tim Kerja Bupati Gorontalo Utara/Programer dan TAPM
GORONTALO UTARA – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kabupaten Gorontalo Utara bersiap memasuki era baru yang lebih transparan dan akuntabel. Tim Kerja Bupati Gorontalo Utara tengah mematangkan sebuah aplikasi mutakhir bernama Ruang Inovasi Digital, sebuah platform yang dirancang khusus untuk mendigitalisasi sekaligus menyederhanakan tata kelola keuangan BUMDes.

Inovasi ini lahir dari tangan dingin Sidik Muhammad, seorang programmer yang juga merupakan anggota Tim Kerja Bupati sekaligus mantan Direktur BUM Desa. Berangkat dari pengalaman langsung di lapangan, Sidik memahami betul bahwa persoalan paling krusial dalam pengelolaan BUM Desa selama ini adalah masalah transparansi dan rumitnya sistem akuntansi manual.

Sebaik apa pun kami mencatat pembukuan secara manual di lapangan, kecurigaan dari masyarakat sering kali tetap ada. Secara psikologis ini sangat menekan pengurus. Oleh karena itu, digitalisasi adalah jawaban mutlak untuk meminimalisir kecurigaan tersebut melalui fakta laporan yang terstruktur," ujar Sidik saat diwawancarai di tengah aktivitasnya mematangkan sistem tersebut.

Aplikasi Akuntansi "Anti-Pusing" untuk Akar Rumput

Salah satu keunggulan utama aplikasi Ruang Inovasi Digital adalah kemudahan pengoperasiannya (user-friendly). Selama ini, banyak pengurus BUM Desa di tingkat desa kesulitan menentukan posisi debit dan kredit dalam akuntansi standar KepmenDesa yang membagi akun ke dalam tujuh kelompok.

Melalui aplikasi ini, pengguna cukup memasukkan transaksi dengan bahasa sehari-hari yang sangat sederhana.

Otomatisasi Jurnal: Jika pengurus membeli bensin untuk perjalanan dinas atau membeli aset, mereka cukup mengklik opsi "Beli Tunai" atau "Pengeluaran Bensin" tanpa perlu pusing memikirkan penempatan akun.

Sistem Engine Cerdas: Sistem di dalam aplikasi secara otomatis akan memilah dan memasukkan transaksi tersebut ke dalam jurnal yang presisi, apakah masuk sebagai aset, beban operasional, atau pengurang laba-rugi.

Integrasi Multi-Tenant: Dari Pengurus, Pendamping, hingga Bupati

Aplikasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi internal pengurus BUM Desa, melainkan menggunakan sistem multi-tenant yang melibatkan seluruh ekosistem pendukung secara terintegrasi:

Internal BUM Desa: Direktur, sekretaris, bendahara, hingga unit-unit usaha memiliki batas akses (privilege) masing-masing sesuai tanggung jawabnya tanpa saling mengganggu gugat data.

Pendamping Desa: Sistem ini memaksa adanya kolaborasi solid. Sebagai contoh, pengurus BUM Desa tidak bisa asal mencairkan anggaran untuk unit usaha baru sebelum proposal dan kelayakan usahanya ditinjau  oleh Pendamping Desa di dalam sistem.

Pemerintah Daerah (Bupati & PMD): Bupati Gorontalo Utara dapat memantau perkembangan dan kesehatan keuangan seluruh BUM Dess se-kabupaten  secara real-time. Hal ini memudahkan pemerintah daerah untuk menentukan BUM Desa mana yang layak diberi penghargaan (reward) atau mana yang membutuhkan intervensi dan dukungan lebih lanjut.

Siap Diuji Coba Lewat Pilot Project

Sementara itu, Anggota Tim Kerja Bupati lainnya, Siswan, menjelaskan bahwa inovasi digital ini merupakan komitmen nyata Bupati Gorontalo Utara dalam membangun ekonomi dari desa. Pemerintah daerah tidak ingin BUM Desa hanya menjadi badan usaha yang bersifat seremonial—ramai saat pembentukan dan mendapat anggaran, namun hilang tanpa jejak setelahnya.

"Bupati sangat konsen dan ingin BUM Desa di Gorontalo Utara tampil berbeda dan benar-benar berhasil. Aplikasi ini adalah instrumen untuk mewujudkan kemudahan tata kelola dan transparansi tersebut," kata Siswan.

Terkait langkah implementasi, Siswan menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihak Tim Kerja bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta para pendamping desa akan merumuskan langkah strategis untuk melakukan uji coba.

Kami akan mendiskusikan ini untuk membuat pilot project atau percontohan di tingkat desa atau kecamatan. Desa percontohan ini nantinya akan menjadi ruang belajar bersama bagi BUM Desa lainnya sebelum diaplikasikan secara menyeluruh di Gorontalo Utara," pungkas Siswan.

Saat ini, fungsi fitur akuntansi pada aplikasi Ruang Inovasi Digital telah siap 100% untuk digunakan, dan terus disempurnakan dengan menyerap masukan teknis dari para pendamping desa demi hasil yang lebih presisi di lapangan. ( TPP/Red)

Posting Komentar untuk "Berawal dari Keresahan Mantan Direktur, Tim Kerja Bupati Gorontalo Utara Rancang Aplikasi ‘Ruang Inovasi Digital’ untuk Transparansi Keuangan BUMDes"