![]() |
| Rustam Anwar, S.Hi, M.E TAPM Gorontalo Utara |
GORONTALO UTARA – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gorontalo Utara, Rustam Anwar, selaku Penanggung Jawab (Person in Charge/ PIC) Peningkatan Kapasitas, secara resmi merilis peta strategis mengenai program Bimbingan Teknis (Bimtek) serta In-Service Training / On-the-Job Training (IST/OJT) yang masuk dalam agenda kerja tahun anggaran 2026.
Laporan visual yang disajikan dalam bentuk grafik infografis ini ditujukan langsung sebagai instruksi dan panduan bagi seluruh jajaran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Gorontalo, khususnya para Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) di wilayah Gorontalo Utara.
Dalam penyampaiannya, Rustam Anwar menegaskan bahwa sisa agenda pelatihan yang cukup masif di tahun ini memerlukan langkah taktis yang terukur dan tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Instrumen utama yang wajib dilaksanakan oleh para pendamping sebelum masuk ke tahap eksekusi anggaran dan pelaksanaan adalah Training Need Assessment (TNA) atau Analisis Kebutuhan Pelatihan.
Melalui TNA, kita pastikan setiap pelatihan sesuai kebutuhan, meningkatkan kompetensi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tegas Rustam Anwar dalam laporannya.
Berdasarkan data grafis yang dipaparkan, terdapat 19 rumpun bidang Bimtek dan IST/OJT strategis yang mendesak untuk segera dibuatkan perencanaan matang agar bisa terealisasi sepenuhnya pada tahun 2026 ini.
![]() |
| Laporan PIC Peningkatan Kapasitas |
Harapan besar disematkan kepada seluruh komponen TPP Gorontalo Utara agar grafik ini menjadi perhatian kolektif. Setiap pendamping diharapkan segera turun ke desa binaan masing-masing, berkoordinasi dengan pemerintah desa, dan menyusun langkah perencanaan berbasis data riil hasil TNA.
Dengan sisa waktu yang berjalan di tahun anggaran 2026, sinergi dan kecepatan respons dari Pendamping Desa serta Pendamping Lokal Desa akan menjadi penentu utama. Melalui TNA yang tepat, kualitas sumber daya manusia di desa akan meningkat secara linear guna mewujudkan tata kelola desa yang mandiri dan berdaya.
TNA yang tepat, pelatihan yang relevan, masyarakat yang berdaya.


Posting Komentar untuk "Akselerasi Kapasitas Desa 2026: Rustam Anwar Tekankan Pentingnya TNA Sebelum Eksekusi Rangkaian Bimtek"