![]() |
| Foto : Ketua Yayasan Denia Ghaniya Berkah Rahmat L. Bialangi bersama TAPM KemendesaPDT |
GORONTALO UTARA – Yayasan Denia Ghaniya Berkah selaku mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN) siap menggebrak perekonomian lokal di Kabupaten Gorontalo Utara. Yayasan yang saat ini menaungi dua Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yakni SPPG Popalo dan SPPG Tolango, berencana membangun sinergi jangka panjang dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) se-Gorontalo Utara.
Langkah ini diambil guna mendukung program pemerintah sekaligus mengoptimalkan potensi daerah. Ketua Yayasan Denia Ghaniya Berkah, Rahmat Bialangi, mengungkapkan bahwa gagasan ini lahir setelah dirinya melihat besarnya peluang serta program menarik dari Pemkab Gorontalo Utara terkait peningkatan ekonomi UMKM dan BUMDES.
Hadirnya SPPG di Gorontalo Utara seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi yang signifikan. Namun, agar hasilnya maksimal, harus ada perencanaan dan strategi matang agar tercipta kolaborasi yang saling menguntungkan antara SPPG dan Bumdes," ujar Rahmat dalam wawancara eksklusif.
Saling Menguntungkan: SPPG Butuh Bahan Baku, BUMDES Raih Profit
Inti dari kolaborasi ini adalah rantai pasok (supply chain) yang sehat. SPPG memiliki kebutuhan bahan baku pangan yang sangat besar setiap harinya untuk didistribusikan kepada penerima manfaat. Di sisi lain, BUMDES dapat menangkap peluang ini sebagai penyedia bahan baku utama, sehingga profitnya kembali ke desa.
Sebagai gambaran, Rahmat membeberkan tingginya kebutuhan logistik untuk satu dapur SPPG saja.
Kebutuhan Ayam per Dapur: Sekitar 130 ekor ayam untuk satu kali produksi (satu hari).
Kebutuhan Mingguan (3x menu ayam): Mencapai 390 ekor ayam per dapur.
Estimasi 10 SPPG: Jika program ini berjalan di 10 SPPG se-Gorontalo Utara, maka dibutuhkan sekitar 3.900 hingga 4.000 ekor ayam per minggu.
Ini peluang emas bagi BUMDES. Jangan sampai karena ketidaksiapan lokal, kami terpaksa mengambil bahan baku dari luar Gorontalo Utara. Kami ingin *cash flow* dan perputaran uangnya tetap berputar di desa-desa daerah ini agar ekonomi warga bergerak," tambahnya.
Siap Gelar Forum "Mo Ambua" Sabtu Ini
Untuk merealisasikan ide segar tersebut, Yayasan Denia Ghaniya Berkah berinisiatif menggelar kegiatan bertajuk "Mo Ambua" pada Sabtu, 30 Mei 2026 mendatang.
Forum ini akan mempertemukan:
* Seluruh Kepala SPPG di Gorontalo Utara.
* Pengurus BUMDES se-Gorontalo Utara.
* Para Pendamping Bumdes, Kepala Desa, dan Camat setempat.
Melalui pertemuan ini, pihak Bumdes diharapkan dapat melihat kepastian pasar (captive market) yang dimiliki SPPG. Data kebutuhan ini nantinya bisa dijadikan rujukan kuat bagi BUMDES untuk mengajukan penyertaan modal ke Pemerintah Desa. Dengan begitu, usaha yang dijalankan Bumdes dipastikan tepat sasaran dan langsung terserap oleh pasar.
Menariknya, seluruh biaya pelaksanaan forum "Mo Ambua" ini akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak yayasan sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).
Kami mencari rezeki di Gorontalo Utara, jadi sudah sepatutnya keuntungan dari CSR ini kami kembalikan untuk kemaslahatan masyarakat di sini," tegas Rahmat, yang juga dikenal sebagai pengusaha properti dan hasil laut tersebut.
Merespons rencana tersebut, Tenaga Pendamping Profesional Kementerian Desa menyambut baik dan menilai inisiatif ini sebagai angin segar yang selama ini dinantikan untuk membangun jembatan komunikasi yang konkret antara SPPG dan pemerintahan desa. (TPP/Red)

Posting Komentar untuk "Genjot Ekonomi Lokal, Yayasan Denia Ghaniya Berkah Gagas Kolaborasi Strategis SPPG dan BUMDES di Gorontalo Utara"