![]() |
| Ilustrasi. (29/05/2026) |
Di dunia BUM Desa, kecurigaan itu racun. Banyak usaha desa yang sebenarnya punya potensi besar malah jalan di tempat karena pengurusnya sibuk baku curiga satu sama lain. Padahal, kalau energi negatif itu diubah jadi kolaborasi, BUM Desa bisa jadi mesin pencetak cuan yang nyata buat warga.
Sesuai aturan di PP No. 11 Tahun 2021, kunci sukses itu cuma satu: Jalankan tugas sesuai porsinya (AD/ART).
Kenapa torang Harus Kompak? Cek Dulu Tujuannya!
Kalau kita intip Pasal 3 PP No. 11 Tahun 2021 tentang BUMDES sudah jelas sekali mengatur tujuan BUM Desa/ BUM Desa bersama itu buat apa saja:
Cari Cuan & Investasi: Mengelola usaha dan investasi untuk meningkatkan ekonomi desa.
Melayani Warga: Menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat, termasuk urusan lumbung pangan desa.
Tambah PADes: Mencari laba bersih supaya Pendapatan Asli Desa naik dan manfaatnya balik lagi ke warga.
Bikin Aset Jadi Bernilai: Mengelola aset desa supaya punya nilai tambah, bukan cuma didiamkan saja.
Go Digital: Membangun ekosistem ekonomi digital di desa.
Nah, mimpi besar ini mustahil terwujud kalau internalnya masih hobi baku curiga. Begini cara taktis supaya pengurus makin solid:
1. Laporan Rutin: Supaya Gak Ada Fitnah
Buat teman-teman Pelaksana Operasional, jangan tunggu ditagih baru mau lapor. Kasih laporan keuangan secara berkala ke Penasihat. Transparansi itu pelindung diri paling ampuh. Kalau semua angka jelas dan dilaporkan minimal setahun sekali di depan warga lewat Musdes, tidak akan ada lagi orang yang mau fitnah.
2. Musdes: Jangan Ada Proyek "Siluman"
Semua rencana kegiatan harus dibahas dan diketok di Musyawarah Desa (Musdes). Jadi, tidak ada lagi ceritanya unit usaha jalan sendiri tanpa persetujuan. Kalau sudah disepakati bersama, semua pihak pasti bakal dukung habis-habisan.
3. Ritual Evaluasi: Duduk Satu Meja, Satu Visi
Jadwalkan duduk bersama antara Penasihat, Pengawas, dan Pelaksana Operasional. Anggap ini ruang untuk curhat soal kendala di lapangan dan cari solusi bersama. Masalah besar seringkali selesai cuma dengan komunikasi yang santai tapi jujur.
4. Pengawas Itu Dokter, Bukan Polisiš
Jangan parno kalau Pengawas datang tiap tiga bulan (triwulan). Mereka itu ibarat dokter yang lagi check-up kesehatan usaha kita. Lebih baik ketahuan ada yang sakit di awal dan cepat diobati, daripada tiba-tiba usaha bangkrut di akhir tahun.
5. BPD sebagai Wasit yang Adil
BPD bertugas mengawal kinerja Kepala Desa sebagai Penasihat. Tugasnya memastikan Penasihat kasih arahan yang oke dan tidak cawe-cawe terlalu dalam ke urusan teknis operasional. Kalau wasitnya adil, pemain di lapangan pasti mainnya makin jago.
Intinya...
Trust atau rasa percaya itu modal yang lebih mahal daripada duit. Kalau semua pihak sudah menjalankan tugasnya sesuai aturan main, rasa curiga bakal hilang sendiri.
Ingat, Pengawasan itu bukan berarti kita tidak dipercaya, tapi tanda kita didukung supaya kerja makin aman dan nyaman. Yuk, fokus cari cuan buat desa, jangan sibuk cari kesalahan kawan!
Salam Membangun Desa!
TAPM, Pic PEL Gorontalo Utara
#DesaMaju
#KerjaBerdampak

Posting Komentar untuk "Mengubah Kecurigaan Menjadi Cuan: Rahasia Solidnya Pengurus BUM Desa"