![]() |
| Ir. Farid Hubu. TAPM Prov. Gorontalo (PIC Media, Sapras dan Non Sapras, Penyaluran BLT) |
GORONTALO UTARA – Di era digital saat ini, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dituntut untuk tidak hanya bekerja di lapangan, tetapi juga mampu mengekspos kinerja mereka ke ruang publik. Hal ini penting agar keberadaan dan kebermanfaatan pendampingan terhadap desa dapat diketahui secara luas oleh masyarakat.
Terkait hal tersebut, Tim Media TPP Gorontalo Utara melakukan wawancara khusus dengan Penanggung Jawab (Person in Charge/PIC) Media Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Gorontalo, Bapak Ir. Farid Hubu. Dalam kesempatan itu, ia memberikan arahan strategis mengenai optimalisasi pemanfaatan website dan media sosial sebagai media pelaporan publik.
Mengubah Laporan Harian Menjadi Berita
Menurut Farid Hubu, pemanfaatan website dan media sosial sebenarnya adalah hal yang mudah, hanya saja belum menjadi kebiasaan yang melekat di kalangan pendamping. Ia menekankan bahwa bahan baku berita sebenarnya sudah ada dalam aktivitas sehari-hari pendamping, salah satunya melalui Laporan Harian Pendamping (DRP).
"Mudah kenapa? Karena kita sudah biasa mengisi DRP. DRP itu kan sebenarnya tinggal kita ubah sedikit formatnya ke arah reportase, itu sudah bisa menjadi berita. Ditambah lagi, setiap kegiatan yang kita lakukan pasti ada dokumentasi fotonya," ujar Farid.
Beliau menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir (mindset) para pendamping. Banyak pendamping yang merasa enggan menulis karena berpikir bahwa sebuah berita harus selalu dikemas dengan gaya bahasa media massa besar yang sangat mutakhir dan terperbarui (up-to-date).
Bukan Sekadar Konten, tapi Bukti Akuntabilitas Kerja
Farid meluruskan pandangan tersebut dengan menegaskan bahwa tujuan utama dari publikasi TPP adalah sebagai bentuk transparansi dan promosi kinerja kepada masyarakat luas.
"Tujuan kita adalah bagaimana mempromosikan atau menyampaikan kepada masyarakat, ke publik, atau siapa pun, bahwa kita itu punya kerjaan, kita punya aktivitas. Bukti aktivitasnya apa? Ya, itu ada di media," jelasnya.
Ia menilai, penyampaian kinerja yang hanya mengandalkan komunikasi lisan (dari mulut ke mulut) jangkauannya sangat terbatas dan kurang efektif di era modern. Sebaliknya, jika informasi tersebut diunggah ke media sosial atau website, maka dampak kerja TPP akan terlihat lebih nyata dan luas.
Bangun Ekosistem Digital Lewat Saling Dukung
Di akhir wawancara, Farid mengajak seluruh elemen TPP di Gorontalo Utara untuk membangun ekosistem digital yang solid. Menulis dan mengunggah berita saja tidak cukup tanpa adanya interaksi dan dukungan antar-sesama pendamping.
"Jika hal ini dijadikan kebiasaan, dan seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa kita saling like, saling comment, dan saling share, saya kira semua orang akan bisa melihat bahwa kerja-kerja TPP itu berdampak. Dan lewat medsos, itu akan berhasil," pungkas Farid optimis.
Melalui penguatan literasi digital dan komitmen publikasi ini, diharapkan citra positif serta kontribusi nyata TPP dalam mengawal pembangunan desa di Gorontalo Utara dapat semakin dirasakan dan diapresiasi oleh masyarakat luas.

Posting Komentar untuk "Optimalkan Website dan Medsos, TAPM Provinsi Ajak TPP Gorontalo Utara Rutin Beritakan Kinerja"