![]() |
| Foto : Penyusunan Perencanaan BUM Desa Anugrah Mandiri Cisadane Kwandang |
Keputusan tersebut dihasilkan melalui musyawarah desa yang melibatkan pemerintah desa, pengurus BUM Desa, pengawas, serta tenaga pendamping profesional. Fokus utama diarahkan pada usaha yang dinilai lebih relevan dan berdampak langsung terhadap kebutuhan pangan masyarakat.
Sekretaris BUM Desa Anugerah Mandiri, Rudi Faisal Harun, mengungkapkan bahwa program ini menjadi titik awal kebangkitan BUM Desa setelah kepengurusan lama tidak lagi aktif.
Ini adalah langkah awal kami. Dengan kepengurusan baru, kami ingin memastikan program ketahanan pangan benar-benar berjalan dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.
Dengan total anggaran sekitar Rp156 juta, pengurus memilih memulai usaha secara bertahap dengan 150 ekor itik petelur. Pendekatan ini diambil sebagai strategi mitigasi risiko sekaligus uji kelayakan usaha sebelum dilakukan ekspansi.
Tak hanya mengejar keuntungan, BUM Desa juga menargetkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Telur bebek dinilai memiliki potensi besar karena kandungan proteinnya yang lebih tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas di masyarakat.
Kami ingin membuka pasar baru, terutama untuk kebutuhan industri rumahan seperti pembuat kue, apalagi saat hari-hari besar,” jelas Rudi.
Untuk tahap awal, pemasaran difokuskan di tingkat lokal. Namun, jika produksi meningkat, BUM Desa siap memperluas distribusi ke pasar dan jaringan usaha lainnya.
Pemerintah Desa Cisadane menyambut positif langkah ini. Sekretaris Desa, Rudi, menyebut kebangkitan BUM Desa sebagai momentum penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Kami optimistis BUM Desa ini bisa berkembang dan menjadi tulang punggung ekonomi desa,” katanya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Basrin Goau, menekankan pentingnya perencanaan berbasis data. Ia bersama tim telah membantu menyusun analisis usaha secara rinci, mulai dari struktur biaya hingga proyeksi keuntungan.
Ke depan, BUM Desa juga berharap mendapat dukungan teknis dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal budidaya, manajemen usaha, hingga pemasaran.
Dengan langkah awal yang terukur, BUM Desa Anugerah Mandiri kini bersiap menata masa depan, membuktikan bahwa desa mampu mandiri melalui pengelolaan potensi lokal yang tepat. ( TPP/Red)
TPP Media : Arfan Entengo

Posting Komentar untuk "Bangkit dari Vakum, BUM Desa Cisadane Garap Bisnis Telur Bebek untuk Dongkrak Ekonomi Desa"