zmedia

Mengintip Kunci Sukses BUMDES Cahaya Indah: Dari Omset Puluhan Juta, Kini Targetkan 150 Juta di Tahun 2026

TAPM bersama Direktur Bum Desa Molsel Kwandang dan Personil Bidang UEM Dinas PMD Gorontalo Utara. (Foto-Basrin Gou)
GORONTALO UTARA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Cahaya Indah yang terletak di Desa Molingkapoto Selatan, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, kini menjelma menjadi salah satu rujukan dan inspirasi nyata bagi tata kelola usaha desa di wilayah Gorontalo. Lewat inovasi unit usaha baru dan strategi pemasaran digital yang agresif, BUMDES ini optimistis mampu mendongkrak pendapatan desa secara signifikan.

Dalam wawancara khusus bersama Direktur BUMDES Cahaya Indah, Bapak Wawan Ibrahim, terungkap bahwa pada tahun buku 2025, BUMDES berhasil membukukan pendapatan kotor sebesar Rp96 juta.

"Dari hasil pendapatan tersebut, kami telah menyetorkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp19.700.000, serta mengalokasikan 10% untuk dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau dana sosial," ujar Wawan.

Uniknya, sistem pengelolaan manajemen di BUMDES ini tidak menggunakan sistem gaji bulanan bagi para pengurus, melainkan menerapkan sistem bagi hasil dari keuntungan usaha (berkisar antara 12% hingga 15%), yang menjadi stimulus bagi pengurus untuk terus berinovasi. Saat ini, total nilai aset yang dikelola oleh BUMDES Cahaya Indah telah menembus angka Rp500 juta lebih, baik dalam bentuk kas maupun aset tetap.

Diversifikasi Usaha dan Respons Positif Masyarakat

Jika sebelumnya BUMDES Cahaya Indah bergerak di bidang simpan pinjam, penyewaan kursi/tenda, agen es kristal, dan peternakan ayam, maka di tahun 2026 ini mereka melakukan ekspansi besar dengan menambah dua unit usaha baru: Penyediaan Jaringan Internet Desa dan Produksi Es Kristal.

Langkah ini mendapat respons yang sangat antusias dari warga. Tingginya kebutuhan akan akses internet di era digital membuat masyarakat bahkan meminta penambahan jalur pemasangan baru. Begitu pula dengan unit es kristal yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha kuliner lokal. Untuk menarik minat di awal peluncuran, manajemen bahkan memberikan harga promo khusus selama satu bulan penuh.

Untuk mendukung pemasaran seluruh unit usaha ini, BUMDES Cahaya Indah memaksimalkan platform digital.

Strategi Media Sosial: Promosi masif dilakukan melalui Instagram, Facebook, dan YouTube.

Kemudahan Akses: Mencantumkan nomor kontak langsung pada media promosi sehingga memudahkan pelanggan untuk memesan, yang terbukti efektif mengundang banyak konsumen baru.

Dengan adanya unit usaha baru ini, Bapak Wawan Ibrahim memasang target omset yang cukup berani untuk tahun 2026, yaitu sebesar Rp150 juta, dengan proyeksi sumbangan PADes mencapai kisaran Rp30 juta lebih.

Apresiasi Dinas PMD: Menjadi BUMDES Rujukan

Keberhasilan ini memantik tanggapan positif dari Bapak Eddy Subhakti, SE., M.Si., selaku perwakilan dari Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gorontalo Utara.

"BUMDES Molingkapoto Selatan ini telah menjadi salah satu rujukan kami. Perkembangannya dari hari ke hari terus kami pantau dan menunjukkan tren yang sangat positif. Kami menyarankan agar pengurus terus melakukan diversifikasi usaha secara kreatif demi menambah omset desa," tutur Eddy Subhakti.

Komitmen Pengawasan di Tengah Keterbatasan

Di balik cerita sukses ini, Dinas PMD Gorontalo Utara secara terbuka mengakui adanya tantangan internal terkait efisiensi anggaran daerah. Anggaran operasional monitoring untuk Bidang UEM saat ini berada di titik yang sangat minim.

Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan bagi Dinas PMD untuk lepas tangan. Bapak Eddy Subhakti menegaskan bahwa komitmen pembinaan terhadap desa-desa tidak boleh kendor.

Apapun caranya dan apapun risikonya, kami tetap melaksanakan tugas pengawasan ini. Walaupun tanpa anggaran (nol anggaran), kami mensiasatinya dengan pengorbanan mandiri secara personal. Yang terpenting, fungsi pokok atau tupoksi dari UEM dalam membina BUMDES di Gorontalo Utara tetap berjalan lancar," pungkas Eddy dengan optimis.

Sinergi yang kuat antara pengelolaan BUMDES yang transparan dan profesional di tingkat desa, serta komitmen pembinaan yang tulus dari pemerintah daerah, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk membangun ekonomi daerah yang mandiri dari desa. (TPP/Red)

Editor.,Arfan Entengo

 

Posting Komentar untuk "Mengintip Kunci Sukses BUMDES Cahaya Indah: Dari Omset Puluhan Juta, Kini Targetkan 150 Juta di Tahun 2026"